sponsor

sponsor

Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Video

News

Info Bandara

Wisata Alam

Wisata Sejarah

Travel Tips

BANDAR UDARA INTERNASIONAL NGURAH RAI, BALI

Triton Tours - Bandar Udara Internasional Ngurah Rai di bangun pada tahun 1930 oleh Departement Voor Verkeer en Waterstaats dengan landasan pacu sepanjang 700 m ditengah ladang dan pekuburan di desa Tuban sehingga zaman duluk dikenal dengan nama Pelabuhan Udara Tuban. Bandara udara ini adalah bandara udara tersibuk ketiga di Indonesia setelah bandar udara Seokarno Hatta di Jakarta dan bandar udara Juanda di Surabaya.
Bandar Udara Internasional Ngurah Rai merupakan bandara kelas IA yang difungsikan sebagai bandara pengumpul skala primer. Bandara ini dapat didarati oleh pesawat jenis Boeing 747. Maskapai domestik yang masih aktif beroperasi di bandara ini diantaranya adalah Ar Asia, Batik Air, Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air, Trans Nusa dan Wings Air, sedangkan maskapai internasional yang masih aktif beroperasi adalah Air Nugini, Asiana Airlines, Aviastar, Cathay Pacific, China Airlines, Egypt Air, Emirates, EVA Air, Jet Star, Malaysia Airlines, Qatar Airways, Singapore Airlines, Thai Airways, Virgin Australia dan maskapai lainnya yang melayani penerbangan di benua Asia.

4D3N BALI HONEYMOON PACKAGE

4D3N Bali Honeymoon Package adalah paket wisata bulan madu dengan durasi 4 hari dan 3 malam. Dengan tambahan destinasi ke Bali bagian Timur yang masih sangat asri dan sejuk sehingga membuat suasana bulan madu Anda bersama pasangan tercinta jadi semakin romantis. 
Pilihan paket khusus bulan madu dari Triton Tours tidak hanya mengantarkan Anda ke tempat wisata paling indah di Pulau Dewata, tapi kami juga memberikan layanan eksklusif seperti berfoto dengan pakaian pengantin adat Bali secara GRATIS lengkap dengan tata riasnya.

DESTINASI TUJUAN

1. Tanah Lot
2. Jimbaran
3. Tanjung Benoa
4. Water Blow
5. Pandawa Beach
6. Virgin Beach

FASILITAS TOURS

Sarapan Pagi       Makan Siang       Makan Malam        Hotel

Pemandu Wisata Mobil Pribadi      Tiket Masuk Obyek Wisata

3D2N BALI HONEYMOON PACKAGE

BALI TRAVEL GUIDE

Triton Tours - Mengakhiri jaman prasejarah, Bali sudah dituju untuk melakukan pencarian dan perjalanan oleh para penekun spiritual. Rsi Markandeya tercatat sebagai tokoh spiritual dari Jawa yang pertama menjejakkan perjalanan di Bali. Perjalanan melakukan pencarian kesucian batin dan keseimbangan alam lalu menempatkan tonggak tatanan agama Hindu di lereng selatan Gunung Agung yang kini dikenal sebagai Pura Agung Besakih. Pura Basukian dipercaya sebagai tonggak pertama Rsi Markandeya bersama pengikutnya memastikan Bali sebagai tanah tujuan membangun nilai spiritual. Bagai berkelanjutan, tatanan hidup spiritual secara simultan beriring dengan tata pemerintahan di Bali. Pemerintahan Dinasti Warmadewa disebutkan dalam berbagai naskah kuno amat mendukung kelangsungan hidup beragama dengan budaya dan adat setempat sehingga mengundang kedatangan tokoh-tokoh spiritual dan tanah Jawa. Kedatangan Empu Kuturan pada sektar abad 11 secara pasti mampu merekat tatanan hidup masyarakat lokal dengan tatanan Agama Hindu yang dibawa dari Jawa. Tatanan desa adat dengan konsep parhyangan sebagai personifikasi Tuhan dalam fungsi Tri Murti adalah upaya menampung penyatuan konsep lokal dengan konsep Hindu. Perjalanan spiritual berlanjut dilakukan oleh tokoh Agama Hindu dari tanah Jawa. Penyatuan Nusantara oleh Majapahit adalah puncak dari perjalanan dan transformasi agama dan budaya lokal dengan budaya Hindu. Dalam perjalan waktu, Bali dan masyarakatnya kemudian menjalani keseharian mereka dengan tata kehidupan, agama, seni, dan budaya yang unik. Keunikan inilah kemudian, pada sekitar tahun 1579, menjadi perhatian seorang Belanda bernama Cornelis de Houtman yang melakukan perjalanan ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah. Tanah yang subur, kegiatan pertanian dan keunikan budaya penduduknya dalam menjalani keseharian sungguh menjadi perhatian besar bagi ekspedisi de Houtman. Berbarengan dengan Indonesia yang dikenal sebagai penghasil rempah-rempah, Bali mulai dikenal dunia dari sisi budaya. Penguasaan Belanda terhadap Indonesia pun pada sekitar abad 17 dan 18 tidak banyak memberi pengaruh pada kehidupan agama dan budaya di Bali. Hindu di Bali pada masa-masa itu bahkan memasuki masa kejayaan ketika kerajaan di Bali berpusat di Gelgel dan kemudian dipindah ke Smarapura (Klungkung). Awal abad 20, barulah Bali dikuasai oleh Belanda ditandai dengan jatuhnya Kerajaan Klungkung lewat Perang Puputan Klungkung tahun 1908.

(Sumber: www.baliprov.go.id)